Selain
patung babi, kerajaan Tamanbali juga meninggalkan sebuah taman yang disebut
Tamanbali Raja. Taman ini berada ditengah lingkungan persawahan dan areal taman
terdapat kolam yang cukup luas. Tamanbali Raja, dulu merupakan taman yang
digunakan para raja dan keluarga ntuk beristirahat. Tepat pada jalur jalan
menuju Banjar Sidawa, Sembung menuju Lingkungan Sedit, Bebalang, Bangli. Jalan
menuju lokasi juga tergolog cukup bagus. Sementara untuk menuju kolam,
pengunjung harus menelusuri jalan setapak yang ditata sedemikian rupa.
Pemandangan alam di sekitar lokasi tergolong sejuk, dan
pemandangan sekitar Tamanbali Raja, tergolong eksotik. Meski pemandangan alam
begitu nan indah. Namun suasana angker di areal kolam itu cukup terasa. Warga disekitar
pun tidak berani berbuat macam-macam disekitar kolam. Apalagi di ujung timur
terdapat sebuah pura yang berdiri cukup megah. Pura ini dinamakan Pura Taman,
yang diempon oleh Banjar dadia Tamanbali.
Berdasarkan cerita sejumlah warga disekitar Tamanbali
Raja, sekitar tahun 1970 pernah ada kejadian yang menggemparkan warga Desa
Tamanbali. Dimana, saat itu dua orang pemuda tenggelam di kolam itu. Keduanya mandi
bersama di kolam, meski sebelumnya warga pantang untuk mandi di kolam itu. Mayat
kedua pemuda itu lama tidak muncul sehingga mengundang kepanikan warga. Dan,
saat kepanikan itu, ada seorang warga yakni Pekak Receh, nekat untuk menyelam. “Kejadian
itu sangat mencekam dan menggegerkan,”kenang AA. Aryawan, salah seorang tokoh
Puri Tamanbali, saat ditemui tim berita dirumahnya, belum lama ini.
Kenang AA. Aryawan, pada kesempatan itu Pekak
Receh,berhasil menemukan dua pemuda belia itu menyangkut didasar kolam. Tidak berselang
lama, mayat kedua korban berhasil diangkat ke darat. Namun yang mencengangkan,
kata Aryawan, adalah cerita dari Pekak Receh. Dimana, dalam penyelamannya itu,
dia menemukan adanya ular berkepala tiga didasar kolam. Satu kepalanya mengarah
ke barat, yang lainnya mengarah ke timur dan satu lagi mengarah ke selatan. “Dari
kejadian itu, kami di Desa Tamanbali pantang untuk melakukan hal-hal aneh,
apalagi mandi di kolam tersebut” ceritanya.
Selain pantang mandi, kata dia, warga juga pantang mancing
di kolam tersebut. Warga pada umumnya sangat takut dengan kejadian aneh-aneh
apabila mengambil ikan dari kolam itu. Selain keanehan itu, tutur Aryawan,
kolam tersebut idak dialiri air dari irigasi persubakan. Meski air subak sedang
kering, air kolam tetap tidak surut. “Konon mata airnya ada ditengah-tengah
kolam” katanya.
Menurut pria yang juga menjabat Perbekel Desa Tamanali
ini, Tamanbali Raja, dulu sempat dikemas menjadi objek wisata oleh Pemkab
Bangli. Namun sayang, belakangan ini perhatian dari Pemkab Bangli tidak ada. Bahkan,
sejumlah fasilitas seperti bale bengong yang dibangun disekitar kolam
keadaannya sangat memprihatinkan. “Peminat warga untuk mengunjungi Tamanbali
Raja tergolong tinggi, namun sayang kini tidak terawat lagi” pungkasnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar